31 Oktober 2011

Dalam Sehari Banyak Hal Bisa Terjadi

Allah maha membolak balik hati. jadi bukan berarti manusia ga konsisten dong? bukan menyalahkan Allah juga atas hati yang terbolak balik. mungkin dengan membolak balik hati umatnya ini, Allah ingin menunjukan jalan, menunjukan cara yang terbaik untuk menjalani. bisa kan kita berpikir demikian?

Allah jelas ga salah kalau Ia ingin bermain-main dengan hati umatnya, mungkin ini semacam tes? nah loh! semacam tes seberapa kita bisa teguh pada keputusan yang sudah kita buat. kadang mulut, hati dan pikiran suka susah kalo disuruh temenan. mereka dengan masing-masingnya saja suka susah berdamai. yaa maksud saya yang orang suka bilang 'berdamai dengan diri sendiri' itu loh.

pasti banyak dari kita yang pernah mengalami hatinya terbolak-balik dong? bahkan mungkin dalam semalam. tunggu, dalam beberapa jam? yaa wajar. entah kenapa semua jadi wajar saja. manusia tumbuh, hati berubah, waktu berjalan dan hidup? hidup apalagi. makin lama makin cepat saja lajunya. kadang ragu untuk bisa menselaraskan kaki dengan hidup.

dalam sehari banyak sekali hal yang bisa terjadi. pagi memiliki, menyayangi. siang menjaga dan berjanji bersama selamanya *oke lebay!* malam? mungkin saja yang seharian dijaga telah tiada. bukan menakut-nakuti loh. saya sudah sering mengalami penyesalan tolol, penyesalan yang sebenarnya bisa saya antisipasi. kalian bagaimana?

sangat sering kita menganggap sepele hal besar dan lantas merasa hancur sehancur-hancurnya saat hal tersebut hilang. oke! i didnt talk about (only) love ya. general things. berapa banyak orang yang menyesal belum bisa membahagiakan orang tuanya namun mereka keburu diberi tempat lain yang lebih layak sama Allah. berapa banyak pacar yang menyesal melihat mantannya menikah dengan orang lain hanya karena alasan konyol. berapa banyak karyawan yang menyesal keluar dari kantornya hanya karena masalah ego semata.

yaa. dalam sehari banyak hal bisa terjadi. mari lihat dengan lebih jeli. hargai yang masih ada. jaga yang masih tersisa. syukuri yang kita miliki. karena, mungkin Allah akan mengambilnya sewaktu-waktu atau bisa saja Ia ingin bermain hati kali ini. dengan segera membalikan hatimu tanpa kau sadari dan akan ada kehilangan disisi lain.

jadi, jangan biarkan ego dan kenakalan masa muda menjadikan mu menyesal nantinya
*i talked to my self by the way*

26 Oktober 2011

Let's Do Fun!


Sesaat sebelum Sunset :)


Somewhere at Aquarium Air Tawar




Torajaaaa




Baaallllliiiii




All Crew :)




taman mini indonesia indah
25 sept 2011

25 Oktober 2011

Mungkin sudah saatnya berlalu.
Membiarkannya terus melaju.
Tanpa harus menunggu.
Karena tak ada yang pasti.
Yang pasti hanya mimpi.
Tujuan tak punya tepi.
Jadi biarkan dia berlari.
Kadang terasa tanpa hati.
Nyatanya hanya persepsi.
Persepsi tak buat kita mati.
Mungkin hanya sulit berdiri.



*repost dari situs lainnya :)

24 Oktober 2011

Dan ia berlalu, karena tau takdir sedang tak ingin memihak
Mungkin sang dewi sedang malas untuk sekedar mampir dan bermain dengan nasibnya
Tak apalah, pikirnya. Sudah saatnya pekerjaan tertunda itu selesai


Surut bersama gerusan panasnya surya yang tak lagi sama rasanya
Perubahan demi perubahan kerap terjadi namun ia tetap ingin menjalani
Keras kepala, mungkin keras hati entahlah apapun sebutannya
yang jelas ia ada pada satu titik pertahanan yang pasti


Mencoba menunggu sang dewi untuk mampir, mungkin besok ia punya waktu, pikirnya
namun tidak demikian nyatanya, sang dewi tak ingin mampir. Sungguh tak ingin


Maka ia berlalu, kali ini dengan kesungguhan ganda dan langkah pasti
Hatinya tertinggal, mungkin sebagian besar tak ia bawa
Percuma, pikirnya.


Ia hanya ingin berlalu dari takdir yang tak memihak,
itukan hak takdir, pikirnya
Hati melemahkannya, membuatnya fokus pada kekosongan,
pisahkan saja dari hati dan jiwa hingga mantap berjalan


Dan demi waktu yang tak mau berhenti,
Titipkan salam hangatku untuk sang dewi
Katakan dia memilih pergi dan melepas semuanya


Bagaimana cara sampaikan sesuatu yang tak bisa diutarakan dalam kata?
kemudian ia terduduk, menatap kosong. mungkin berpikir atau berkhayal?

Tuhan, kalau aku bisa bicara dengan baik aku pasti jelaskan padamu bagaimana rasanya.
Kalau aku bisa rangkaikan seapik mungkin apa yang ingin ku katakan,
tentu aku tak perlu menangis dan bersimpuh, bukan?
Kalau aku bisa rangkumkan seluruh peristiwa yang terjadi,
ahhh itukan hanya kalau aku bisa Tuhan. Faktanya? Aku tidak bisa.

Tuhan, mulutku terkatup lagi. Terkunci.
Kali ini, aku titipkan kuncinya padamu yaa.
Kau tentu tau mengapa kali ini aku titipkan kunci itu padamu bukan?

Owya, Tuhan, apa kau ingat dimana aku letakan kunci kotak itu?
Kotak tempatku menyimpan benda paling rapuh yang kupunya.
Duhh, aku lupa. Hemm, mgk ada baiknya kunci itu hilang juga sekarang.
Jadi dia akan aman nyaman bersemayam dalam damai.

Hei, betapa baiknya engkau Tuhan, sudah membantu merenovasi dinding2 itu.
Ahhh, sebagian sisi memang belum beres namun dalam sekejap mata akan segera beres.
Ya kan Tuhan?

Owya tuhan yang baik, bisakah ajarkanku menjelaskan tanpa kata?
Karena Tuhan, jujur aku lelah. Terlalu lelah untuk bercerita dan meminta.
Sedang dia, mereka dan lainnya bukan engkau Tuhan,
yang Maha Tau bahkan saat aku diam.