23 September 2010

cerita pendek tentang dia

seorang perempuan berbaring di kasur hijaunya, menatap lurus ke langit-langit sembari menunggu kabar dari seorang pria yang berada beberapa kilometer jauhnya dari tempat ia berbaring sekarang. ia mulai mereka-reka apa yang sedang si pria lakukan. mungkin sedang memikirkan apa yang harus dikatakannya atau memikirkan bagaimana cara menyampaikannya dengan halus. wajar saja, sebab perempuan itu sudah membuka wacana yang selalu tidak dapat mereka berdua akhiri dengan baik. semua hanya berakhir dengan "sama-sama maklum".


seketika iya melonjak, menjauhi bantalnya, menepis selimutnya dan membaca ulang kabar yang disampaikan prianya. yaa, ia membaca ulang. mencoba mencerna dari sisi positif yang sudah sangat kritis kondisinya. berkali ia coba berkali kabar itu kirimkan sinyal pada sisi negatifnya yang sedang dalam kondisi sangat baik.


bantalnya kemudian basah, raungannya memilu dan jeritnya mengiris semua yang mendengar. untunglah, jam dinding yang baik hati menunjukan hari telah berganti. manusia lain sedang sibuk mengistirahatkan diri, bergelut dengan mimpi. andaikan ia bisa membuka mulutnya yang lagi terkunci rapat, kita dapat sama-sama rasakan pilu hati yang mendera.


ini bukan sesal, isaknya. ini bukan malu, sanggahnya. ini hanya kebodohan yang terlalu lama tersimpan, ujarnya. ini hanya sebuah cinta tanpa landasan. konsekuensi logis dari pilihannya di masa lalu. kemudian ia bersandar pada bantalnya yang belum juga mengering. membiarkan hati dan pikirannya bergelut, meninggalkan kemelut yang tercipta sebab ia tak lagi sanggup menanggung sebuah kalut malam ini.

20 September 2010

this is surabayaaaaaaa!!



yummy!!!! yummy!!! yummmyyyyyy!!!
waaaa lama sudah foto ini saya ambil, tapi baru sempat upload
ini makanan kesukaan saya. masakan khas surabaya
terdiri dari lontong, tahu yang digoreng bersama telur (telur dadar tahu),
toge kecil, potongan kentang dan kerupuk. disiram kuah kacang petis dan
paling enak dimakan malam-malam. di surabaya emang dijualnya malam
dan di jual keliling, jadi akan susah klo nyari yang mangkal.

YAK!!! proudly present
TAHUUUUUU TEEEEEKKKKKKKK




okeeeehhh!
yang keduaa adalah NASIIII BEBEEEEEEEEKKK
ga ada penjelesan spesifik sih soal nasi yang satu ini.
soalnya dari nama udah jelas, dari gambaran makanan jelas.
yang unik tuh, nasi bebek yang enak itu bukan hanya
ditentuin sama bebeknya yang empuk dan gurih
tapi juga nasinya yang disiram sama minyak dari hasil
menggoreng si bebek. nyuuuuum!! emang agak gimana sih
kedengarannya, tapi klo udah nyobaaa nyeeeeeeeeeem!!!

THIS IS IT, NASIII BEEBEEEEKKKK!!


baiklah, ini diaaa makanan kesukaan saya saaat saya ada di surabaya
masi ada lagi sebenarnya tapi yang paling saya suka adalah
kedua makanan ini.
klo mampir ke surabaya, jangan lupa yaa nyobain tahu tek dan nasi bebek

6 September 2010

simple though

apa sih susahnya berbagi?
kalau hal tidak penting saja susah kamu bagi, apalagi hal penting
tidak penting menurut kamu belum tentu sama menurut saya

baik, saya tidak tanya lagi
oke, saya tidak mau tau lagi
jalani hidup kita masing-masing

dan saya hanya akan pertanyakan
bagian hidup kamu yang berpotongan dengan hidup saya
titik!!

30 Agustus 2010

Pelangi?!

heem panas terik menyorot muka saya yang udah ga putih lagi *macem dulu putih ajaah* dari balik kaca di belakang stir mobil hitam itu. terik! SUNGGUH! bahkan AC pun tak mampu lagi mengimbangi *bahkan hny mengimbangi saja tak bisa* hawa panas dari luar. SUNGGUH! yaa, SUNGGUH! berkali kata itu terlintas di kepala saya. tidak terucap memang. tak ada gunanya saya rasa, jadi dalam diam berkali kata SUNGGUH! terucap. setidaknya saya tidak membuat teman seperjalanan saya merasa bosan bila terus mendengar kata SUNGGUH! dari mulut saya.


siang bolong, panas terik, nyasar di antah berantah dengan kemampuan menyetir yang belum lagi mahir. untunglah mereka berbaik hati menemani saya berkeliling bekasi siang ini. fyuh, melewati jalanan dengan motor2 yang dikendarai orang sakit jiwa *maaf kasar* dan jalanan yang kering serta berdebu, seolah berada di daerah industri yang sangat gersang atau bahkan jalanan itu layaki disebut Trans gurun *berlebihan*. yayaya apapun itu, kebayang dong panas dan berdebunya??


well, tapi saya bersyukur atas perjalanan hari itu. saya juga bersyukur kami tersesat. mengapa? emm, bukan, bukan karna saya ga waras. semua karena kami memutuskan untuk berhenti bertanya di pinggir jalan yang terik sekali. jalanan itu baru di beton nampaknya. mobil saya pinggirkan dan seorang teman turun untuk bertanya. saya sedikit menggerung2 *bagi yang tidak tau gerung2 berarti anda norak :P* karna panas, terlambat dan bingung juga campur ga enak udah nyasarin anak orang, 2 biji lagi fyuh!


seketika dari bangku belakang sebuah kalimat cepat meluncur dan sedikit percakapan terjadi
TJB *Teman di Jok Belakang*: han, ada pelangi tuh
saya: *melepas seat belt, menurunkan kaca dan melongok ke atas"
TJB: mau kiamat inih *pose kiai, tangan di dagu menatap lurus ke langit"
saya: huuaa pelangi pelangii pelangiiii, kok bisaaa yaaaa huwaaaa senaaaangggg *over excited*
TJB: mau kiamat ini, gw yakin *pose tidak berubah*
saya: kamera kameraaaa kameraaa gw toolooong ditaas. kameraaa *setengah grubak grubuuk dan maksa*
TJB: *diam mengambilkan tas saya*
saya: huwaaa huwaaaaa kok bisa yaaa. aahhh senaaang baguuuusssss
TJB: mau kiamat ini *pose kembali ke awal*


anihuwei, saya kegirangan dan sangat senang karna bisa liat pelangi tanpa harus melihat hujan dan badai. bahkan tanpa sedikitpun awan mendung. saya tidak peduli, saya suka pelangi. apapun kondisinya, saya suka pelangi. tapi saya geli, karna dibalik kegirangan saya ada TJB yang terus menggumamkan "mau kiamat ini, yakin gw mau kiamat ini" hahahahahahah
same place, same things, different way of thinking.. human :)

27 Agustus 2010

SURAM


sedikit pemandangan ibukota. syarat akan gedung bertingkat dikejauhan dan perumahan disekitarnya. cuaca sore ini mendung, saya sedikit kecewa maka saya edit sedikit. setelah mengedit saya bertanya

"kok jakarta jadi suram ya?"