terinspirasi dari sebuah status Facebook teman
"Friendless" begitu bunyi statusnya..begitu singkat, padat, jelas
namun sulit merangkumkan definisi dari kata singkat itu
sangat susah menentukan penyebab dari mengapa ia mengeluarkan status itu
bagi saya sebagai orang yang membacanya dan bukan orang yang mengeluarkan kata-kata itu
Friendless saya artikan sebagai tidak memiliki teman, sangat harfiah pengartian saya
maklum saya mengulang mata kuliah English semester 4 yang lalu
tidak memiliki teman?
heem, bukan bermaksud sinis sama teman saya yang membuat status itu
hanya saja entah sejak kapan saya sudah merasakan hal itu, Friendless.
mungkin yang membedakan saya tidak menuangkannya dalam bentuk status di situs jejaringan sosial yang sangat termasyur itu
setelah melihat status itu, jujur saya tertohok
ada dua hal yang membuat saya tertohok
pertama, saya merasa bersalah karena teman saya sampai merasa dirinya sendirian
masalahnya saya tau rasanya sendirian sehingga saya ga mau orang lain juga merasakan hal yang sama seperti saya
kedua, saya tersenyum miris karena saya sudah bersahabat akrab dan erat dengan kata tersebut "Friendless"
yaa, saya sudah terlalu biasa sendirian
saya tidak lagi peduli apakah ada yang menemani saya atau tidak
saya tidak lagi menghiraukan ketika ada orang yang tidak percaya pada saya
saya tidak lagi memikirkan apa kata orang tentang saya dan hidup saya
dikelilingi banyak teman pernah saya rasakan manisnya
namun pedasnya ketika mereka semua menyingkir dari saya juga sudah saya rasakan
dalam kesendirian apa yang bisa saya lakukan selain "deal with the pain"?
yaa, kesendirian adalah luka. pain
dan saya harus, saya HARUS, SAYA HARUS
deal with the pain
karena saya tidak bisa apa-apa lagi
saya sendirian
friendless
maka
saya harus berdamai dengan kesendirian saya
saya harus bersahabat dengan kondisi ini
mau tidak mau
suka tidak suka
friendless menjadi sahabat saya selama ini
setidaknya beberapa bulan terakhir dalam hidup saya
atau beberapa tahun belakangan
yaa
saya tidak punya pilihan
mau tidak mau
suka tidak suka
sanggup tidak sanggup
bisa tidak bisa
saya harus
harus
deal with the friendless situation
wahai temanku
friendless adalah teman juga
hanya saja kita harus melihatnya dari sudut pandang yang berbeda
sehingga kita bersyukur pernah mengenalnya..
17 Februari 2010
Another Story
andaikan Airin masih memiliki sebuah kesempatan untuk bertemu dengan Samudra
hanya kalimat sederhana ini yang akan ia katakan pada Samudra
hanya saja kesempatan tak pernah mampir padanya
selalu saja kesempatan menghindar saat melihatnya
tak pernah kesempatan sengaja main ketempatnya
padahal Airin hanya minta satu kali kesempatan
hanya satu kesempatan dan semua berakhir, Samudra..
hanya kalimat sederhana ini yang akan ia katakan pada Samudra
"aku mencintaimu
dengan segala perih dan sakit yang ada
dengan segala penantian yang tak berujung
aku tetap mencintaimu
sampai habis waktuku
aku selalu mencintaimu"
dengan segala perih dan sakit yang ada
dengan segala penantian yang tak berujung
aku tetap mencintaimu
sampai habis waktuku
aku selalu mencintaimu"
hanya saja kesempatan tak pernah mampir padanya
selalu saja kesempatan menghindar saat melihatnya
tak pernah kesempatan sengaja main ketempatnya
padahal Airin hanya minta satu kali kesempatan
hanya satu kesempatan dan semua berakhir, Samudra..
16 Februari 2010
INSANITY

i'm going insane
take me to mental hospital, please
i'm going insane
i cant see any differences between reality and dream anymore
i'm going insane
i just can see ur face
fulfilling my whole room
i'm going insane
when my nose only smell yours
i'm going insane
everystep i take reminds me of you
i'm going insane
take me to mental hospital, please
or i will end up here with a bloody veil
Tak Tersampaikan
bunda
ada hampa yang menyergapku seketika
ada kesendirian yang menyelimutiku sekian lama
ada ruang dingin yang tak mau lepaskan ku selamanya
apa engkau tau?
tak kuasa ku ucapkan tolong
tak mampu bantuan menghinggapiku
tak ada peduli datang padaku
bunda
kaki kecilku tak kuat lagi melangkah
aku lelah
hanya ingin sedikit bersandar pada luasnya hatimu
tapi aku tak bisa
aku dilarang kesana
aku dilarang bermain disana
baiklah bunda,
aku akan tetap disini
didalam ruang dinginku
bermain bersama hampa dan sepi
selama ini merekalah teman terbaik ku
ada hampa yang menyergapku seketika
ada kesendirian yang menyelimutiku sekian lama
ada ruang dingin yang tak mau lepaskan ku selamanya
apa engkau tau?
tak kuasa ku ucapkan tolong
tak mampu bantuan menghinggapiku
tak ada peduli datang padaku
bunda
kaki kecilku tak kuat lagi melangkah
aku lelah
hanya ingin sedikit bersandar pada luasnya hatimu
tapi aku tak bisa
aku dilarang kesana
aku dilarang bermain disana
baiklah bunda,
aku akan tetap disini
didalam ruang dinginku
bermain bersama hampa dan sepi
selama ini merekalah teman terbaik ku
10 Februari 2010
midnight confession
tak mungkin lagi mencari celah pada luasnya hatimu
tak bisa lagi dapati ruang walau disudut hatimu
tak terbersit aku lagi pada dalamnya benakmu
aku sendiri saat ini
bukan engkau alasanku menyudahi
bukan pelangi, bukan engkau alasanku menyendiri
aku kalah pelangi
aku menyerah
aku kalah pelangi
pada permaian nasib yang menghantarkanmu pada dunia baru
dunia baru yang membuatmu kian bersinar terang
aku kalah pelangi
aku menyerah
bukan karena keajaiban tak lagi nyata
aku kalah pelangi
aku menyerah
hanya karena aku tau sinarmu lebih terang saat ini
aku kalah pelangi
aku menyerah
aku kalah pelangi
maka aku pergi
banyak hal tak terucap,ribuan kata tak tersampaikan
izinkan aku menyelesaikan
sebelum pilihan pergi ku laksanakan
ketika pilihan ini semakin sulit
saat melihat pelangi semakin perih
aku sadar aku sudah kalah
aku sadar aku salah
aku kalah pelangi
aku menyerah
aku pergi
(chocappucino, 10 februari 2010, 02:20)
Langganan:
Postingan (Atom)